Pemkot Jambi Gelontorkan Rp147 Miliar untuk Genjot UMKM lewat Program Bank Harkat

Loading

Jambi- Pemerintah Kota Jambi di bawah kepemimpinan Wali Kota Dr. dr. H. Maulana, M.K.M dan Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., terus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pembangunan infrastruktur yang terintegrasi dengan pemberdayaan pelaku usaha mikro.

Salah satu upaya nyata yang segera dilakukan adalah peluncuran program Bank Harkat (Bantuan Kelompok Usaha Masyarakat) yang bertujuan memperkuat sektor UMKM di Kota Jambi.

Program ini tidak hanya memberikan akses permodalan, tetapi juga mencakup pendataan, pelatihan, bantuan perizinan, hingga pembinaan usaha.

“Program ini menjadi prioritas kita untuk menguatkan UMKM. Dimulai dari pendataan, pelatihan, bantuan proses perizinan dan bisnis, hingga permodalan. Semua dilakukan secara terpadu,” ujar Wali Kota Maulana saat peresmian Lampu Hias Tugu Pecinta Tanaman, Selasa malam (5/8/2025).

Tak tanggung-tanggung, total dana yang disiapkan untuk mendorong program ini mencapai Rp147 miliar. Dana jumbo ini merupakan hasil kerja sama strategis antara Pemerintah Kota Jambi dengan Bank BTN dan Bank 9 Jambi, yang disalurkan dalam bentuk kredit berbasis kelompok usaha masyarakat.

Adapun rincian dana tersebut, Bank 9 Jambi menyiapkan sekitar Rp76 miliar, sementara Bank BTN mengalokasikan sekitar Rp71 miliar. Seluruhnya dialokasikan khusus untuk mendukung pembiayaan UMKM di Kota Jambi.

Wali Kota Maulana menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur di Kota Jambi saat ini selalu dibarengi dengan penciptaan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru. Termasuk melalui program seperti penataan ruang publik, pemasangan lampu hias, dan revitalisasi taman-taman kota.

“Setiap taman, tugu, dan danau yang kami bangun punya fungsi ganda: memperindah kota sekaligus menjadi magnet ekonomi. Ini cara kita menghidupkan kota dari semua sisi,” ujarnya.

Kredit Ringan, Anti Rentenir

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Kota Jambi, Hendra Saputra, menjelaskan bahwa dalam program Bank Harkat, akan ada beberapa produk kredit yang disesuaikan dengan kebutuhan pelaku UMKM.

Pertama, Kredit Bahagia, yaitu pinjaman dengan plafon Rp5 juta, bunga maksimal 3 persen per tahun, tanpa agunan. Kredit ini ditujukan untuk masyarakat yang membutuhkan modal usaha kecil agar terhindar dari praktik rentenir.

Kedua, Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga 6 persen dan plafon pinjaman Rp5 juta hingga Rp100 juta. Kredit ini akan bekerja sama dengan berbagai bank di Kota Jambi, meski saat ini baru melibatkan Bank 9 Jambi dan Bank BTN.

“Kami ingin UMKM terbantu tanpa merasa berat. Tidak hanya dari sisi pembiayaan, tapi juga pembinaan. Apalagi, UMKM terbukti menjadi penyokong utama ekonomi saat masa pandemi,” jelas Hendra.

Menurut data Dinas Koperasi, Tenaga Kerja, dan UMKM Kota Jambi, saat ini sudah terdapat sekitar 900 UMKM binaan yang terkurasi dan terverifikasi. UMKM ini sudah mendapatkan SK resmi dari kepala dinas, sehingga mempermudah proses pemberian kredit dari perbankan.

“UMKM yang sudah terverifikasi ini lebih siap menerima bantuan dan lebih mudah dalam proses kerja sama dengan bank,” jelas Hendra.

Ia menambahkan, penyaluran kredit ini akan dilakukan bertahap setiap tahun, dan diharapkan dapat menjangkau lebih banyak UMKM. Karena itu, pelaku usaha yang belum terdaftar diminta segera mendaftar ke instansi terkait untuk proses verifikasi.

Bagi UMKM yang belum terdaftar, untuk segera mendaftarkan diri ke dinas Koperasi Tenaga Kerja dan UMKM supaya diverifikasi dan diperiksa baik secara legalitas maupun lainnya. Jika sudah mendaftarkan diri, maka selanjutnya akan disesuaikan dengan kebutuhan.

Dengan pendekatan menyeluruh ini, Pemkot Jambi berharap terjadi perputaran ekonomi yang merata, terbukanya lapangan kerja baru, serta terbangunnya ekosistem UMKM yang kuat dan mandiri.(*)

sumber:jambione.com

Pos terkait