![]()
Jambi- Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talang Gulo di Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, hampir mencapai kapasitas maksimal.
Saat ini, daya tampungnya telah mencapai 90 persen, sementara volume sampah terus meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk dan aktivitas masyarakat.
Kepala UPTD Pengelola TPA Talang Gulo, Mulyono, mengungkapkan bahwa volume sampah yang masuk ke TPA terus berfluktuasi dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 2022, jumlah sampah harian tercatat sebanyak 354 ton, sedikit menurun menjadi 352 ton per hari pada 2023, namun kembali meningkat menjadi 364 ton per hari di 2024.
“Kami masih terus berupaya mencari solusi agar sampah tidak semakin menumpuk dan melebihi kapasitas,” ujar Mulyono saat diwawancarai, Rabu (26/02/2025).
Pemerintah Kota Jambi, melalui Wali Kota Maulana, berkomitmen untuk mencari investor guna mendukung pengolahan sampah di TPA Talang Gulo.
Salah satu solusi yang disiapkan adalah penerapan metode Refuse-Derived Fuel (RDF), yaitu teknologi yang mengubah sampah menjadi bahan bakar alternatif.
“Dengan adanya pengolahan ini, sampah lama dan baru bisa dikelola dengan baik, sehingga tidak terjadi penumpukan yang berlebihan. Targetnya, sebanyak 1.000 ton sampah per hari dapat diolah,” katanya.
Selain pertumbuhan penduduk, peningkatan jumlah sampah juga dipengaruhi oleh faktor musiman, seperti musim buah yang meningkatkan volume sampah organik.
Saat ini, sekitar 50 persen dari total sampah yang masuk merupakan sampah organik, yang rencananya akan diolah menjadi kompos sebagai salah satu solusi pengelolaan limbah.
Mulyono menambahkan bahwa TPA Talang Gulo, khususnya zona Suksel 1, hanya memiliki daya tampung yang diperkirakan bertahan lima tahun lagi.
Dengan kondisi saat ini yang sudah mendekati kapasitas maksimal, langkah strategis diperlukan untuk mencegah krisis sampah di Kota Jambi.







