Langkah Tegas Walkot Maulana Tutup TPS di Kota Jambi Demi Wujudkan Kota Bersih

Loading

JAMBI– Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi mulai melakukan perubahan besar dalam sistem pengelolaan sampah. Wali Kota Jambi Maulana bahkan menegaskan seluruh tempat pembuangan sampah (TPS) di Kota Jambi nantinya akan ditutup secara bertahap apabila sistem pengangkutan sampah berbasis masyarakat berjalan maksimal.

Langkah itu dilakukan sebagai bagian dari program Kampung Bahagia yang fokus pada menciptakan lingkungan bersih, aman dan sehat di Kota Jambi.

“Ini adalah wujud pelaksanaan program Kampung Bahagia, dengan fokus di bagian Bersih dan Aman. Kalau wilayah ini tidak bersih, banyak hal yang akan ditimbulkan, salah satunya penyakit,” kata Maulana, Minggu (25/5/2026)

Menurut Maulana, konsep pengelolaan sampah di Kota Jambi kini harus berubah mengikuti pertumbuhan jumlah penduduk dan kondisi kota yang semakin padat. Jika sebelumnya masyarakat terbiasa membuang sampah ke TPS, ke depan sampah akan dijemput langsung dari rumah warga melalui sistem Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM).

“Dulu konsepnya buang sampah ke TPS karena jumlah penduduk belum sepadat sekarang,” ujarnya.

Maulana mengatakan, keberhasilan program tersebut membutuhkan dukungan seluruh masyarakat agar Kota Jambi benar-benar menjadi kota yang bersih dan tertata.

“Kalau kota ini ingin bersih, tentu harus ada dukungan dari semua pihak. Saya sebagai wali kota hanya membangun konsep dan sistem melalui program Kampung Bahagia,” katanya.

Saat ini, Pemkot Jambi juga mulai memperkuat armada pengangkut sampah berbasis digital yang akan beroperasi mengangkut sampah dari depo transfer menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talang Gulo. Selain itu, sebanyak 150 becak motor pengangkut sampah juga disiapkan untuk melayani pengambilan sampah dari rumah ke rumah.

Maulana menyebut sistem baru tersebut masih dalam tahap transisi dan dilakukan secara bertahap agar berjalan maksimal. Salah satunya dengan mulai menempatkan armada Arm Roll di sejumlah depo sampah, termasuk di kawasan Angso Duo.

“Melalui OPBM, sampah akan dijemput dari rumah ke rumah. Ini memang sebuah transisi, tidak mungkin langsung maksimal. Namun ini bentuk konsistensi kita dalam mengurai masalah sampah,” memastikan

Ia bahkan memastikan, apabila sistem OPBM nantinya telah berjalan penuh dan efektif, maka seluruh TPS di Kota Jambi akan ditutup.

“Kalau sudah 100 persen berjalan, maka TPS akan kita tutup semuanya,” tegas Maulana.

Tak hanya menutup TPS, Pemkot Jambi juga memastikan bekas lokasi TPS nantinya tidak akan dibiarkan terbengkalai. Kawasan tersebut rencananya akan diubah menjadi ruang terbuka hijau agar lebih bermanfaat bagi masyarakat dan mempercantik wajah kota. (her)

Pos terkait