![]()
JAMBI- Pemerintah Kota Jambi menyiapkan sejumlah langkah untuk mendorong puluhan ribu pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) berkembang lebih besar. Mulai dari pelatihan, pengurusan legalitas hingga akses permodalan disiapkan agar UMKM semakin kuat dan mampu bersaing.
Wali Kota Jambi Maulana mengatakan UMKM menjadi salah satu sektor yang berperan penting dalam menggerakkan ekonomi daerah. Karena itu, pembinaan tidak cukup dilakukan sekali, tetapi harus berjalan secara berkelanjutan.
“Kami melakukan pembinaan secara berkesinambungan, mulai dari pelatihan peningkatan kapasitas, pendampingan pengurusan NIB, PIRT, sertifikasi halal hingga pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan usaha,” kata Maulana, Selasa.
Saat ini, kata Maulana, terdapat sekitar 57 ribu pelaku UMKM di Kota Jambi. Jumlah tersebut menjadi potensi ekonomi yang besar apabila mampu dikembangkan dan mendapatkan akses yang memadai.
Namun, masih terdapat pelaku usaha yang belum memiliki legalitas lengkap.
Pemkot Jambi pun mendorong para pelaku UMKM segera melengkapi dokumen usaha. Legalitas dinilai penting karena menjadi salah satu pintu bagi pelaku usaha untuk memperoleh pembiayaan, memperluas pemasaran hingga mengikuti program pemberdayaan pemerintah.
“Kami juga membuka akses permodalan melalui Program Banharkat, bantuan permodalan dan peralatan usaha, agar UMKM memiliki dukungan pembiayaan untuk mengembangkan usahanya,” ujarnya.
Menurut Maulana, persoalan modal masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi pelaku usaha kecil. Karena itu, akses pembiayaan perlu dibarengi pendampingan agar bantuan yang diterima benar-benar digunakan untuk mengembangkan usaha.
Pemkot Jambi juga memperkuat pembinaan melalui kelompok UMKM.
Sebanyak 35 kelompok UMKM binaan Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan UKM Kota Jambi dikukuhkan. Kelompok tersebut beranggotakan 1.382 pelaku usaha.
Pengukuhan tersebut diharapkan membuat proses pembinaan menjadi lebih terarah. Pelaku usaha dapat memperoleh informasi, pelatihan dan fasilitasi secara lebih mudah melalui kelompok masing-masing.
Maulana mengatakan pengembangan UMKM tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Dunia usaha, perbankan, komunitas hingga masyarakat perlu ikut terlibat.
“Pengembangan UMKM membutuhkan kolaborasi berbagai pihak karena sektor ini menjadi salah satu penggerak utama perekonomian daerah sekaligus penyerap tenaga kerja,” katanya.
Selain persoalan modal, Pemkot Jambi juga mendorong pelaku usaha mengikuti perkembangan teknologi.
Digitalisasi dinilai penting karena pola konsumen sudah berubah. Pelaku UMKM tidak lagi hanya mengandalkan penjualan secara langsung, tetapi dapat memanfaatkan media sosial dan berbagai platform digital untuk memperluas pasar.
Produk lokal juga diharapkan tidak hanya berputar di lingkungan sekitar, tetapi mampu menjangkau konsumen di luar Kota Jambi.
Untuk itu, pelatihan menjadi bagian penting dalam program pembinaan. Pelaku usaha tidak hanya diarahkan mampu memproduksi barang, tetapi juga memahami pemasaran, pengelolaan keuangan dan penggunaan teknologi.
Kepala Disnakerkop UKM Kota Jambi Liana Andriani mengatakan pengukuhan kelompok UMKM merupakan salah satu cara memperluas akses pembinaan.
Menurutnya, legalitas formal menjadi dasar agar pelaku usaha dapat mengikuti berbagai program pemerintah.
“Pengukuhan ini bertujuan memberikan legalitas formal sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi pelaku UMKM dalam memperoleh pembinaan, pelatihan dan berbagai bentuk fasilitasi,” ujar Liana.
Ia mengatakan strategi pengembangan UMKM akan terus diarahkan pada empat hal utama, yakni legalitas, digitalisasi, peningkatan kapasitas dan akses permodalan.
Dengan fondasi tersebut, pelaku UMKM diharapkan tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dan menciptakan lapangan kerja baru.
Pemkot Jambi menargetkan pembinaan tersebut dapat membuat semakin banyak UMKM memiliki usaha yang lebih tertata dan mampu bersaing.
Sebab, semakin kuat UMKM, semakin besar pula peluang ekonomi masyarakat tumbuh.
Dari legalitas usaha, kemampuan mengelola bisnis, pemasaran digital hingga akses modal, seluruhnya menjadi bagian dari proses untuk membawa UMKM Kota Jambi naik kelas.
Pemkot Jambi memastikan pendampingan akan terus dilakukan agar potensi sekitar 57 ribu UMKM tidak berhenti sebagai angka, tetapi benar-benar menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat. (red/*)






