Jambi– Perkembangan olahraga padel di Provinsi Jambi memasuki babak baru. Ramos Hutabarat resmi menerima mandat dari Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) untuk memimpin pembentukan dan pengembangan organisasi padel di tingkat provinsi.
“Terima kasih atas kepercayaan dan motivasi yang diberikan oleh Ketum PBPI, Bapak Galih Dimuntur Kartasasmita. Ini adalah tanggung jawab besar untuk memajukan olahraga baru yang sangat potensial di Jambi,” kata Ramos dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (13/2/2026).
Surat Mandat Nomor: 005/PBPI/SM/II/2026 oleh Pengurus Besar Padel Indonesia (PBPI) kepada sosok yang sudah tidak asing lagi di dunia hukum Jambi, Ramos Hutabarat, S.H. Mandat tersebut menjadi langkah awal untuk mempercepat pembinaan sekaligus memperluas ekosistem olahraga padel di Jambi.
Ramos menyebut kepercayaan yang diberikan PBPI sebagai tanggung jawab besar untuk membangun fondasi organisasi yang kuat dan berkelanjutan.
“Ini bukan sekadar amanah organisasi, tetapi juga peluang besar untuk memperkenalkan dan memajukan padel di Jambi. Kami ingin olahraga ini dikenal luas, diminati masyarakat, serta mampu melahirkan atlet berprestasi,” ujar Ramos
Advokat kondang serta memiliki jaringan luas itu dipercaya menjadi Ketua Pengurus Provinsi PBPI Jambi untuk masa bakti 2026-2030. Surat mandat tersebut ditandatangani langsung oleh Ketua Umum PBPI, Galih Dimuntur Kartasasmita, di Jakarta pada 9 Februari 2026.
Meski terdengar baru bagi sebagian masyarakat Jambi, Padel sebenarnya memiliki sejarah yang cukup unik dan perkembangan yang sangat pesat di dunia internasional.
Padel ditemukan pertama kali oleh Enrique Corcuera di Acapulco, Meksiko (1969). Awalnya, ia ingin membangun lapangan tenis di rumahnya, namun karena keterbatasan lahan, ia menciptakan lapangan yang lebih kecil dengan dinding di sekelilingnya. Olahraga ini kemudian dibawa ke Spanyol oleh Alfonso de Hohenlohe dan meledak menjadi olahraga kedua paling populer di sana setelah sepak bola.
Padel mulai masuk secara resmi ke Indonesia beberapa tahun lalu, terutama dipopulerkan di wilayah Bali dan Jakarta sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan sport-tourism.
Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) resmi dibentuk untuk mewadahi atlet dan komunitas, serta menjadi anggota resmi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
Berbeda dengan tenis lapangan, Padel dimainkan di lapangan tertutup dinding kaca/kawat seluas sepertiga lapangan tenis. Bola yang memantul dari dinding tetap dianggap “aktif”, mirip dengan sistem permainan squash. Hal ini membuat durasi reli lebih lama dan permainan menjadi sangat dinamis serta seru untuk ditonton.
Kehadiran Ramos Hutabarat sebagai nahkoda baru PBPI Jambi diharapkan mampu membawa angin segar bagi prestasi olahraga di Jambi. Dengan latar belakangnya sebagai advokat, integritas dan kemampuan organisasinya diyakini mampu mempercepat pertumbuhan fasilitas lapangan Padel dan penjaringan atlet muda berbakat di Jambi.
Selain itu, pengembangan fasilitas dan sosialisasi olahraga padel kepada masyarakat juga menjadi prioritas. Menurut Ramos, kolaborasi dengan pemerintah daerah, komunitas olahraga, dan sektor swasta akan menjadi kunci dalam mempercepat pertumbuhan padel di provinsi tersebut.
Saat ini, ditunjuknya Ramos jadi Ketua Cabor Padel Jambi tersebut tentunya PBPi sendiri menaruh harapan besar terhadap pembentukan kepengurusan padel di Jambi agar mampu memperluas peta perkembangan olahraga ini di Indonesia. Dengan mandat resmi itu, Jambi juga diharapkan dapat segera mengikuti berbagai agenda pembinaan hingga kompetisi padel di tingkat nasional. (red)







