Jambi– Sebanyak 3 maskapai penerbangan mengalami dampak penerbangan di Bandara Sulthan Thaha Jambi. Hal itu terjadi lantaran kabut tebal yang menyelimuti wilayah Kota Jambi pada pagi tadi.
“Iya ada 3 maskapai yang terdampak penerbangan nya saat kabut pekat pagi tadi,” kata General Manager (GM) Bandara Sultan Thaha Jambi, Ardon Marbun kepada detikSumbagsel, Minggu (19/4/2026).
Tiga maskapai yang terdampak dalam penerbangan itu merupakan pesawat Batik dengan nomor ID 6807, dalam penerbangan Jambi menuju Jakarta. Lalu keberangkatan pesawat Citilink nomor QG961 tujuan Jambi-Jakarta dan terakhir kedatangan pesawat Superairjet IU846 tujuan Jakarta-Jambi.
“Tiga maskapai ini terpaksa membatalkan proses lepas landas maupun pendaratan akibat jarak pandang yang sangat terbatas itu,” ujar Ardon.
Informasi yang dihimpun, kondisi kabut mulai terjadi sejak pagi hari sekitar pukul 05.00 WIB dan semakin pekat menjelang pukul 08.00 WIB. Hal ini membuat otoritas bandara tidak berani mengambil risiko demi keselamatan penerbangan.
Kabut pekat yang terjadi juga bukanlah merupakan dampak dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melainkan kabut uap air dampak cuaca dingin atau hujan yang terjadi pada pagi kemaren di Kota Jambi.
Sejumlah penerbangan yang dijadwalkan berangkat dari Jambi mengalami penundaan bahkan pembatalan. Begitu juga dengan pesawat yang hendak mendarat, terpaksa menunggu landing akibat visibilitas di landasan tidak memenuhi standar keamanan.
Pihak bandara menyebutkan, keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan faktor keselamatan penumpang dan awak pesawat.
“Jarak pandang turun drastis di bawah ambang batas, sehingga beberapa penerbangan tidak bisa dilaksanakan,” sebut Ardon.
Ardon menyampaikan pula, jarak pandang pada saat kabut pekat yang terjadi pagi tadi terjadi hingga sampai pukul 09.00 WIB. Kondisi cuaca mulai normal kembali dan jarak pandang kembali jelas terlihat pada pukul 10.00WIB
“Tadi pada Pukul 05:30 jarak pandang itu mencapai 1700 meter lalu pukul 06.00 WIB mulai turun mencapai 600 meter hingga semakin siang pada jam 08.00 WIB jarak pandang semakin pekat mencapai 50 meter hingga 100 meter. Namun pas jam 09.00 WIB semua kembali normal dan keberangkatan maupun landing sudah bisa dilaksanakan,” jelas Ardon.







