Dorong Kinerja Terukur, OPD Pemkot Jambi Tandatangani Perjanjian Kinerja 2026

Jambi- Dalam upaya memperkuat penyelarasan dan penguatan program kerja yang sejalan dengan visi “Kota Jambi Bahagia”, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi menandatangani Perjanjian Kinerja (PK) Tahun 2026, Jumat (30/1/2026), di Rumah Dinas Wali Kota Jambi.

Penandatanganan PK ini dipimpin langsung Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., dan diikuti Staf Ahli Wali Kota, Asisten Setda, Kepala Perangkat Daerah, Kepala Bagian, hingga para Camat.

Maulana menegaskan, penandatanganan PK bukan sekadar formalitas, melainkan penguatan akuntabilitas, sinergi, dan orientasi hasil seluruh perangkat daerah agar program pemerintah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Secara umum, program-program ini sudah memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Maulana.

Ia menekankan, kolaborasi lintas OPD menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan 11 Program Unggulan Kota Jambi Bahagia. Setiap OPD akan bekerja terkoordinasi melalui staf ahli dan asisten sesuai bidangnya, sehingga seluruh program berjalan searah dan saling menguatkan.

“Melalui penandatanganan ini, penugasan harus sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia secara optimal. Sistem manajerial yang dibangun diharapkan menciptakan efek sinergis secara vertikal maupun horizontal,” tegasnya.

Maulana menjelaskan, sebelum penandatanganan PK, seluruh OPD bersama para camat telah melakukan penajaman program prioritas guna memastikan kolaborasi berjalan efektif.

“Pelaksanaan 11 program prioritas sepanjang 2025 menunjukkan dampak signifikan. Perjanjian Kinerja ini menjadi langkah lanjutan agar pelaksanaannya semakin optimal pada 2026,” jelasnya.

Salah satu program yang mendapat perhatian khusus adalah BANK HARKAT, yakni skema pembiayaan bagi pelaku UMKM.

Maulana mengungkapkan, dana pembiayaan sebesar Rp110 miliar yang telah disiapkan perbankan belum terserap optimal karena sebagian pelaku usaha masih terjerat pinjaman online dan rentenir.

“Pemkot Jambi melakukan terobosan melalui penguatan pembinaan UMKM, inkubasi bisnis, serta pelatihan kewirausahaan lewat Balai Latihan Kerja Tematik (BALIKAT) agar pelaku usaha memperoleh akses pembiayaan dengan bunga rendah sekitar 3 persen per tahun,” ujarnya.

Selain itu, berbagai program unggulan lain terus memberi manfaat luas, seperti Kartu Bahagia yang mendukung sektor kesejahteraan sosial, kesehatan, dan pendidikan.

Program Kampung Bahagia yang sebelumnya diuji coba di 67 wilayah percontohan kini diperluas ke seluruh RT di Kota Jambi, dengan estimasi penerima manfaat mencapai sekitar 654 ribu warga.

Maulana menegaskan, pemekaran RT bukan menjadi prioritas. Namun, penataan jumlah kepala keluarga per RT akan dilakukan agar pelayanan lebih merata tanpa mengubah batas administratif kelurahan dan kecamatan.

Di sektor lingkungan, persoalan sampah masih menjadi tantangan seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi. Pemkot mendorong pengelolaan sampah berbasis lingkungan melalui Kampung Bahagia dengan sistem pengangkutan langsung dari rumah ke depo atau TPS 3R, sehingga TPS liar dapat dihapuskan secara bertahap.

“Peningkatan keamanan lingkungan juga dilakukan melalui pemasangan CCTV berbasis RT yang terhubung hingga tingkat kelurahan dan kecamatan untuk mewujudkan Kota Jambi yang aman dan nyaman,” tambahnya.

Penandatanganan Perjanjian Kinerja ini diharapkan memperkuat sinergi antar-OPD, memastikan program prioritas berjalan sesuai target, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap kinerja Pemkot Jambi.

“Setiap OPD memiliki peran penting dalam mewujudkan Kota Jambi Bahagia. Dengan koordinasi yang baik, kami optimistis program ini memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” pungkas Maulana.

Adapun 11 Program Unggulan Kota Jambi Bahagia meliputi Kartu Bahagia, BALIKAT, BANK HARKAT, RUMEL (Ruang Milenial), Kampung Bahagia, Lansia Bahagia, Kota Tangguh, Bahagia Berbudaya, APEL KOTA, BALAP (Pelayanan Anti Pungli), dan Call Center Bahagia 112.

Program-program tersebut telah diimplementasikan sejak awal 2025 dan terus diperkuat untuk mewujudkan Kota Jambi yang Bersih, Aman, Harmonis, Agamis, dan Sejahtera, sejalan dengan visi pembangunan kota yang inklusif dan berkelanjutan.(*)

Pos terkait