Jambi- Pemerintah Kota Jambi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Talang Banjar, guna memastikan kestabilan harga bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
Sidak tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Jambi Dr. Maulana bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra. Turut mendampingi Kapolresta Jambi dan Dandim 0415/Jambi yang ikut meninjau aktivitas perdagangan di pasar tradisional tersebut.
Dalam kunjungan itu, rombongan menyusuri sejumlah lapak pedagang untuk mengecek langsung harga berbagai komoditas pangan seperti beras, minyak goreng, hingga cabai.
Walikota Maulana mengatakan sidak dilakukan untuk memastikan harga kebutuhan pokok tetap stabil dan tidak melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
“Kita cek langsung harga beras SPHP, Minyakita dan beberapa komoditas lainnya. Dari hasil pantauan, sebagian besar masih sesuai dengan HET yang ditetapkan pemerintah,” kata Maulana saat diwawancarai, pada Senin (09/03/2026) di Pasar Talang Banjar.
Meski demikian, Maulana mengungkapkan pihaknya menemukan adanya kenaikan harga pada beras premium yang mencapai sekitar 11 persen.
Menurutnya, untuk mengantisipasi lonjakan harga yang lebih tinggi, Pemerintah Kota Jambi akan menyalurkan cadangan pangan kepada masyarakat.
“Kita akan mendistribusikan bahan pokok dari cadangan pangan pemerintah. Setiap kepala keluarga akan mendapatkan 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng,” ujarnya.
Program tersebut direncanakan menyasar sekitar 50 ribu kepala keluarga (KK) di Kota Jambi. Langkah ini diharapkan dapat membantu masyarakat sekaligus menekan potensi inflasi menjelang Lebaran.
“Ini kita lakukan agar harga tetap stabil dan tidak terjadi inflasi di Kota Jambi,” tambahnya.
Sementara itu, salah seorang pedagang cabai di Pasar Talang Banjar, Lia mengatakan harga cabai merah saat ini berada di kisaran Rp24 ribu per kilogram, namun kualitasnya kurang baik.
“Kalau cabai merah yang bagus masih di harga sekitar Rp 30 ribu per kilogram. Untuk cabai rawit setan saat ini Rp 70 ribu per kilogram,” katanya.
Ia menjelaskan pasokan cabai yang dijual di pasar sebagian besar didatangkan dari luar daerah.
Sumber: Metrojambi.com







