Jambi– Layanan pemasangan listrik baru di Jambi menjadi sorotan setelah sejumlah warga mengeluhkan proses yang dinilai lambat. Keluhan itu pun sampai ke wakil rakyat di Senayan yaitu Rocky Chandra.
Menurut dia, keluhan itu banyak diterimanya termasuk paling banyak dari masyarakat di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Dia menyebut, bahwa warga kerap ngeluh dalam pengajuan pemasangan KWh baru yang memakan waktu cukup lama dan administrasi ribet.
“Saya mendorong agar pemasangan instalasi baru bisa dipermudah, selain agar rumah yang telah terbangun bisa dialiri listrik, khususnya saat Ramadan. Kehadiran listrik sangat membantu aktivitas ibadah dan kebutuhan rumah tangga warga,” kata Rocky kepada detikSumbagsel, Kamis (26/2/2026).
Menurut Rocky, akses listrik merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting bagi masyarakat, terlebih bagi warga yang tengah membangun rumah atau mengembangkan usaha kecil. Karena itu, layanan pasang baru harus menjadi prioritas.
“persoalan ini segera ditindaklanjuti. Jangan sampai masyarakat merasa dipersulit,” ujarnya.
Rocky juga tengah berupaya, agar kepentingan warga Jambi soal pemasangan listrik baru bisa terlaksana cepat melalui pelaksanaan program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL). Dia memastikan agar bantuan itu bisa tepat sasaran dan benar-benar dirasakan warga kurang mampu terlebih warga yang kesulitan memasang KwH baru.
“Program BPBL ini langsung bersinergi dengan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Tidak hanya amper yang di pasangkan di rumah namun program ini juga memberikan 3 Titik Lampu, 3 Lampu LED, 1 Saklar Ganda, 1 Saklar Tunggal, 1 Kotak Kontak, 1 MCB + Box 1 buah, 1 Lot Kabel Sirkit Utama 1 Lot Kabel Sirkit Akhir serta Pembumian 1 Lot,” terang Rocky.
Hanya saja kata Rocky, selain membantu keluhan warga akan sulit pemasangan KwH baru, program itu juga bertujuan untuk membantu warga miskin bukan orang kaya dengan penghasilan besar.
Ia menyebutkan dengan adanya pengawalan yang ketat terhadap data penerima menjadi bentuk tanggung jawab moral agar bantuan negara tidak salah sasaran.
“Bantuan ini untuk masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Kita ingin memastikan program berjalan bersih, transparan, dan tepat sasaran,”jelasnya
Kata Rocky, program ini juga sudah diusulkan ke PLN, bahkan program itu juga telah melalui proses verifikasi lapangan selama tiga pekan. Dari 1.649 data awal penerima, sebanyak 1.411 rumah dinyatakan layak menerima bantuan setelah dilakukan pengecekan langsung oleh tim canvasser.
Tak hanya itu, ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak mentoleransi praktik pungutan liar dalam program bantuan apa pun. Ia mendorong jika ditemukan indikasi penyimpangan, “segera ditindak sesuai aturan yang berlaku,” katanya dengan tegas.
Selain itu, Rocky Candra juga konsistensi dalam mengawal bantuan itu yang dinilai sebagai bagian dari komitmennya untuk terus hadir dan bekerja bagi masyarakat Jambi.
“Selama saya diberi amanah, saya akan terus berjuang agar program-program yang pro kepada rakyat bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ungkap Rocky.
Bagi masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh, kehadiran program ini menjadi bukti dari perhatian Wakil Rakyat terhadap kebutuhan dasar warga.
Dengan adanya atensi dan program dari DPR RI, warga mengaku merasa terbantu persoalan itu. Mereka ingin proses pemasangan listrik baru berjalan lebih cepat, transparan, dan tanpa hambatan yang tidak perlu.
Sorotan terhadap layanan publik ini diharapkan menjadi momentum evaluasi bersama, agar kebutuhan dasar masyarakat terhadap listrik dapat terpenuhi secara merata dan berkeadilan.







