Jambi– Gubernur Jambi Al Haris akhirnya ikut menanggapi kasus raibnya uang nasabah di Bank milik daerah yakni Bank Jambi. Dia menegaskan, bahwa Bank Jambi telah menjamin secepatnya uang nasabah yang hilang dikembalikan sepenuhnya.
“Jadi, terkait uang nasabah yang hilang, Bank Jambi sudah menyatakan tanggung jawab sepenuhnya dan kami pemegang saham, juga akan tanggung jawab ya terhadap nasabah-nasabah yang ada di Bank Jambi ini,” kata Al Haris, Kamis (26/2/2026).
Pernyataan itu disampaikan oleh Al Haris saat melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS ) di Gedung Mahligai Bank Jambi pada Rabu (25/2) malam. Rapat itu juga dihadiri oleh para Bupati/Wali Kota se-Jambi untuk mendengarkan capaian kinerja Bank Jambi pada 2025.
Dalam rapat itu, para kepala daerah atau pemegang saham di Bank Jambi tersebut membahas hasil laporan kinerja akhir tahun 2025 oleh pihak Bank Jambi. Selain membahas persoalan itu, Al Haris juga menegaskan bahwa dirinya juga ikut membahas soal serangan siber yang dialami Bank Jambi hingga membuat uang nasabah raib.
“Ya selain bahas soal kinerja Bank Jambi pada 2025 yang mana alhamdulillah kinerja Bank Jambi cukup baik, sehingga laba di tahun ini mencapai Rp. 330 miliar. Tetapi dari pada itu, kita para pemegang saham di rapat malam ini juga bahas soal kejadian uang nasabah hilang itu,” ujar Al Haris.
Dia menyebut, dalam insiden itu Bank Jambi juga telah melayangkan laporan resmi ke pihak kepolisian. Laporan ini kata Al Haris sebagai bentuk upaya mengungkap kasus raibnya uang nasabah serta yang terlibat didalamnya.
Tidak hanya itu saja, kata Al Haris Bank Jambi juga telah menjalankan koordinasi bersama regulator baik Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam menindaklanjuti kasus tersebut. Bahkan, Bank Jambi juga melibatkan dua tim audit forensik dari independen agar kasus itu terungkap jelas.
“Karena ini insiden siber, Bank Indonesia langsung mengambil alih, bersama OJK, PPATK, dan kepolisian. Saat ini juga, tengah dilakukan audit forensik untuk melihat pihak luar yang melakukan serangan serta ke mana arah keuangannya,” jelas Al Haris
Dia juga mengajak masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh isu-isu yang tidak benar, seraya memastikan bahwa dana nasabah dalam kondisi aman dan menjadi prioritas perlindungan.
“Sekarang untuk transaksi berikutnya tidak ada masalah ya. Masyarakat juga masih bisa mengambil uang di Bank Jambi, hanya saja tidak melalui ATM, karena Untuk sementara, ATM dan mobile banking diblokir karena proses audit forensik masih berjalan,” ucap dia
Sementara mengenai soal kerugian uang nasabah dan berapa banyak nasabah yang dirugikan terkait hal itu, Al Haris menyampaikan bahwa mengenai hal tersebut masih dialami oleh tim audit forensik. Dia belum bisa memastikan secara langsung lantaran masih ditindaklanjuti.
“Untuk jumlah kerugian atau nasabah yang merasa dirugikan ini masih dalam penelusuran. Soalnya ini juga dalam audit forensik, kita harap bisa diketahui, yang pasti kita juga para pemegang saham ikut memonitor kejadian ini dan memastikan seluruh nya bisa berjalan optimal, serta kami pemegang saham ini juga akan tanggung jawab ya terhadap nasabah-nasabah yang ada di Bank Jambi,” tegasnya.







